Pelatihan Jurnalistik Pondok Pesantren Selamat: Jawa Pos Radar Kedu

Senin , 21 November 2016

Dakwah Lewat Media Lebih Efektif Santri Harus Bisa Menulis

LUWES: Penampilan tari saman dari santri Ponpes Selamat Kota Magelang dalam acara pembukaan pelatihan jurnalistik di aula Ponpes Selamat Kota Magelang, Selasa (22/12). (Ahsan fauzi/radar kedu)

MAGELANG- Santri tidak selamanya hanya mengaji saja. Santri juga harus memiliki kemampuan menulis agar ilmu yang dikaji selama di pesantren dapat disebarluaskan ke masyarakat luas.

Mengingat pentingnya dunia tulis menulis, Pondok Pesantren (Ponpes) Selamat Kota Magelang bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan jurnalistik islami bagi para santri se-Kota Magelang dan sekitarnya. Pelatihan berlangsung di aula Ponpes Selamat Kota Magelang, Selasa-Rabu (22-23/12).

Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Jurnalistik Subur Cahyono menuturkan, acara ini diikuti 50 santri dari Kota Magelang dan sekitarnya. Pelatihan jurnalistik kali ini menghadirkan beberapa narasumber, para jurnalis dan praktisi berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

“Kegiatan ini, setidaknya sebagai modal awal bagi santri, untuk menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Kita bisa menuangkan ide dan gagasan, goresan pena kita dalam kertas, menuangkan ide dan kreativitas kita diwujudkan dalam karya jurnalistik untuk syiar agama,” kata Subur saat memberi kata sambutan, kemarin.