Pringatan HUT Kemerdekaan RI-2016: Suara Merdeka.com

Kirab Budaya Kali Kota Peringati HUT Kemerdekaan RI

KIRAB BUDAYA: Seniman Magelang, ES Wibowo memimpin jalannya kirab budaya peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI dengan berjalan menyusuri Kali Kota sambil menebar bunga dan benih ikan lele.(suaramerdeka.com/Asef Amani)


MAGELANG, suaramerdeka.com
– Puisi berjudul “Angka Wijaya” dibacakan penyair Magelang, ES Wibowo dalam kirab budaya memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Kampung Potrosaran Kota Magelang, Minggu (14/8). Dengan semangat ia membacakan karyanya di hadapan warga peserta kirab, mengingat isi puisinya yang penuh makna.

“Indonesia itu memiliki tiga angka kemenangan, yakni Ongko Wijoyo Perintis (25-05-1908), Ongko Wijoyo Penegas (28-10-1928), dan Ongko Wijoyo Pendobrak (17-8-1945). Ongko terakhir merupakan puncak dari segala puncak parjuangan rakyat Indonesia,” ujar ES Wibowo alias Bowo usai kirab.

Dalam kirab ini, Bowo berpakaian ala tokoh wayang Semar dan bersanding dengan pemuda kampung yang berpakaian wayang Angka Wijaya. Keduanya memimpin jalannya kirab yang diikuti warga dan para santri Pondok Pesantren Selamat Kota Magelang pimpinan KH Abdul Rosyid. Para santri ini sekaligus mengiringi jalannya kirab dengan menabuh alat musik terbang.

Dari halaman rumah Bowo yang juga merupakan Padepokan Gunung Tidar, warga berjalan menyusuri Kali Kota, salah satu ikon Kota Magelang. Di tengah perjalanan, mereka menabur bunga ke aliran kali sebagai simbol penghormatan pada jasa para pahlawan. Juga menebar ratusan ekor ikan lele sebagai simbol kepedulian pada lingkungn. Kirab berakhir di Panggung Bengung dengan bersama-sama memotong tumpeng berhiaskan bendera merah putih.

Menurut ES Wibowo, kemerdekaan saat ini berbeda dari masa perjuangan dulu. Sekarang, kemerdekaan diartikan rakyat mendapat pelayanan sandang, pangan, dan papan yang mencukupi.

“Pelayanan air, listrik, dan lainnya juga harus terpenuhi dengan harga terjangkau. Termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan harus pula dirasakan semua lapisan masyarakat. Itulah arti Angka Wijaya, kemerdekaan yang berarti bagi rakyat Indonesia seutuhnya,” jelasnya.

Ketua RT 03/RW 01 Potrosran, Habibur menambahkan, ada hal unik dari kirab ini, yakni ikan yang ditebar berjumlah sesuai tanggal kemerdekaan RI. Antara lain 17 ekor ikan nila, 8 ekor bawal, dan 1945 ikan lele, yang jika ditotal berjumlah 30 kg. Ikan-ikan ini ditebar ke sejumlah kali, antara lain Kali Elo, Manggis, Bening, Progo, dan Kali Kota.

(Asef Amani/CN41/SMNetwork)