Peringatan Hari Santri Nasional 2016: Krjogja.com

Pengibaran Bendera Merah Putih mewarnai rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2016 di Pondok. (Foto: Thoha)
Pengibaran Bendera Merah Putih mewarnai rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2016 di Pondok. (Foto: Thoha)

MAGELANG (KRJogja.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 di Magelang dilaksanakan di beberapa lokasi, Sabtu (22/10/2016). Ini seperti yang dilakukan para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Sekolah Alam dan Kemanusiaan Terbuka (Selamat) Magelang dan di kawasan kaki Bukit Menoreh Borobudur Magelang, tepatnya di wilayah Dusun Klipoh Desa Karanganyar Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Bahkan kegiatan di Dusun Klipoh ini berlangsung hingga Sabtu tengah malam.

Para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Selamat Magelang sebelumnya melakukan perjalanan kirab menyusuri beberapa ruas jalan di sekitar pondok. Saat akan menyeberangi aliran Kali Bening, yang membatasi wilayah Kota dan Kabupaten Magelang di daerah Jambewangi Secang Magelang, perjalanan kirab sempat berhenti di tepi aliran sungai beberapa saat sambil membaca doa.

Usai kirab, kegiatan di dalam komplek pondok dilakukan di tepi beberapa kolam ikan, baik penyerahan wakaf Alquran oleh salah satu mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, pembacaan puisi “Rame Ing Gawe, Sepi Ing Pamrih” oleh ES Wibowo bersamaan dengan keberadaan 2 santri yang menampilkan performance art di tengah kolam ikan. Pengibaran Bendera Merah Putih oleh 3 santri juga dilakukan di sekitar kolam ikan yang ada di dalam komplek pondok. Dengan berdiri di tepi kolam ikan itu juga pengasuh Pondok Pesantran Selamat Magelang KH Abdul Rasyid berbicara berkaitan dengan peringatan Hari Santri ini.

Kepada wartawan, KH Abdul Rasyid diantaranya menyatakan kebanggaannya dan bersyukur sekarang para santri sudah memiliki hari khusus dan diperingati tingkat nasional setiap tanggal 22 Oktober, yaitu Hari Santri Nasional. Hari ini merupakan fakta sejarah, yang selama ini dipendam, dikubur atau dipinggirkan. “Dan hari ini kami seperti diakui keberadaannya,” kata KH Abdul Rasyid sambil menambahkan tekadnya bahwa mereka akan memberi kepada bangsa ini.

Sementara itu peringatan Hari Santri di Dusun Klipoh Borobudur diantaranya diawali dengan Festival Gerabah oleh masyarakat Dusun Klipoh dan pameran grabah, yang kemudian dilanjutkan dengan kirab seni budaya santri, Khatmil Quran oleh santri TPQ Darunnajah, pentas kreasi santri, serta pengajian kebangsaan dan dzikir budaya Hari Santri Nasional 2016 oleh Dr Alzastrow Ngatawi bersama Ki Ageng Ganjur. (Tha)